Mist.umsida.ac.id – Program Studi Magister Inovasi Sistem dan Teknologi (MIST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menghadirkan ruang diskusi akademik melalui podcast bersama Kaprodi MIST Umsida dan para mahasiswa.
Baca Juga: Kaprodi MIST Umsida Tekankan Akal, Amal, dan Akhlak dalam Orasi Yudisium I
Dalam perbincangan tersebut, pendidikan tinggi menjadi salah satu tema utama yang dibahas sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan.
Kaprodi MIST Umsida, Dr Ir Izza Anshory ST MT, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang hanya sebagai kebutuhan administratif untuk memperoleh gelar akademik. Menurutnya, pendidikan merupakan proses pembentukan kapasitas diri yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Investasi pendidikan itu tidak ada ruginya,” ujarnya dalam podcast tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan memiliki nilai yang berbeda dari investasi material. Jika investasi dalam bentuk barang dapat mengalami penurunan nilai, maka pendidikan justru terus memberi manfaat selama ilmu tersebut digunakan dan dikembangkan.
“Kalau kita berinvestasi pada pendidikan, yang bertambah bukan hanya pengetahuan, tetapi juga cara berpikir, jejaring, pengalaman, dan kemampuan mengambil keputusan,” jelasnya.
Pendidikan Perkuat Daya Saing Mahasiswa
Dalam podcast tersebut, Kaprodi MIST Umsida juga menekankan bahwa perkembangan teknologi menuntut setiap orang untuk terus belajar. Dunia kerja, industri, dan masyarakat kini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Perubahan teknologi berjalan sangat cepat. Kalau kita berhenti belajar, maka kita akan tertinggal,” tuturnya.
Menurutnya, mahasiswa magister perlu memiliki kesadaran bahwa kuliah bukan hanya aktivitas di ruang kelas. Lebih dari itu, pendidikan magister harus menjadi ruang untuk memperluas perspektif, memperdalam analisis, dan melatih kemampuan dalam menyelesaikan masalah.
“Mahasiswa MIST tidak cukup hanya memahami teknologi. Mereka juga harus mampu membaca persoalan, merancang sistem, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan tinggi harus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk menghadirkan solusi.
“Ilmu itu tidak boleh berhenti di kepala. Ilmu harus turun menjadi karya, menjadi sistem, menjadi inovasi, dan memberi dampak bagi masyarakat,” katanya.
Podcast Jadi Ruang Belajar yang Lebih Dekat
Kehadiran podcast MIST Umsida menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan diskusi akademik dalam format yang lebih ringan dan dekat dengan mahasiswa. Melalui podcast, gagasan tentang pendidikan, teknologi, dan inovasi dapat disampaikan dengan cara yang lebih komunikatif.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam podcast tersebut menyampaikan bahwa diskusi semacam ini memberi sudut pandang baru tentang pentingnya melanjutkan pendidikan.
“Dari podcast ini kami jadi melihat bahwa kuliah magister bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang membangun pola pikir yang lebih matang,” ujarnya.
Mahasiswa lainnya menilai bahwa pendidikan di MIST Umsida memberi ruang untuk menghubungkan teori dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami belajar bahwa teknologi tidak bisa berdiri sendiri. Teknologi harus menjawab masalah, membantu manusia, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Kaprodi MIST Umsida juga menegaskan bahwa podcast dapat menjadi media strategis untuk membangun budaya akademik digital. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memanfaatkan media digital sebagai ruang edukasi yang produktif.
“Podcast ini bukan hanya media promosi. Ini adalah ruang berbagi gagasan, ruang refleksi, dan ruang untuk membangun kesadaran bahwa pendidikan itu penting,” jelasnya.
Dorong Mahasiswa Terus Bertumbuh
Melalui podcast tersebut, MIST Umsida ingin mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada pencapaian formal. Pendidikan tinggi harus dipahami sebagai proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas diri dan memperbesar kontribusi.
“Gelar akademik itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu itu digunakan untuk menyelesaikan persoalan,” ujar Kaprodi MIST Umsida.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan masa depan tidak dapat dihadapi dengan kemampuan yang biasa-biasa saja. Mahasiswa perlu membangun mental pembelajar agar mampu mengikuti perubahan zaman.
“Orang yang mau terus belajar akan selalu punya ruang untuk berkembang. Karena itu, pendidikan adalah investasi yang hasilnya bisa dirasakan sepanjang hidup,” tegasnya.
Di akhir perbincangan, podcast MIST Umsida menegaskan kembali bahwa pendidikan merupakan aset penting yang tidak akan kehilangan nilai. Ilmu yang diperoleh selama proses studi dapat menjadi bekal untuk membangun karier, memperluas kontribusi, dan menghadirkan inovasi yang berdampak.
Baca Juga: Magister Ilmu Komunikasi Umsida Perluas Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia
“Selama ilmu itu diamalkan dan dibagikan, maka pendidikan akan terus memberi manfaat. Itulah mengapa investasi pendidikan tidak pernah rugi,” pungkasnya.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi








