Mist.umsida.ac.id – Program Studi Magister Inovasi Sistem dan Teknologi (MIST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kuliah tamu internasional bertema Exploring Research Gaps and Innovation Opportunities, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Kuliah Tamu Internasional MIST Umsida & USIM Bahas Transformasi Industri Halal Berkelanjutan
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom tersebut menghadirkan Angus Cheng-yu Yen, peneliti dari College of Medicine, National Cheng Kung University, Taiwan.
Kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya MIST Umsida dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa, khususnya dalam mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap) serta mengembangkan peluang inovasi melalui pendekatan lintas disiplin ilmu.
Dipandu oleh Paramitha Amelia Kusumawardani S.ST M.Keb sebagai moderator, kegiatan ini mengajak peserta memahami pentingnya kolaborasi keilmuan dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Peneliti Taiwan Ungkap Pentingnya Pendekatan Lintas Disiplin dalam Riset
Dalam pemaparannya, Angus Cheng-yu Yen menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuka peluang bagi peneliti untuk mengembangkan kajian yang tidak terbatas pada satu bidang keilmuan.
Menurutnya, perjalanan akademik maupun profesional seseorang tidak selalu berjalan secara linear. Pengalaman dari berbagai disiplin ilmu justru dapat menjadi kekuatan dalam menemukan perspektif baru terhadap suatu persoalan.
“Penelitian yang inovatif tidak selalu berawal dari sesuatu yang benar-benar baru. Terkadang, inovasi muncul ketika kita mampu melihat persoalan yang sudah ada melalui perspektif keilmuan yang berbeda,” ungkap Angus.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian gelar akademik, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan mengembangkan solusi terhadap permasalahan nyata.
Dalam konteks penelitian, kemampuan mengidentifikasi research gap menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa pascasarjana.
Kesenjangan penelitian dapat ditemukan melalui pengamatan terhadap persoalan yang belum terjawab, keterbatasan penelitian sebelumnya, maupun peluang pengembangan metode dan teknologi baru.
Angus memberikan gambaran bahwa persoalan di bidang kesehatan, misalnya, tidak harus diselesaikan melalui pendekatan medis semata.
Integrasi teknologi, rekayasa sistem, manajemen, dan psikologi dapat membuka peluang pengembangan solusi yang lebih komprehensif.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Kaprodi MIST Umsida Dorong Mahasiswa Hasilkan Penelitian Inovatif
Ketua Program Studi Magister Inovasi Sistem dan Teknologi Umsida, Dr Ir Izza Anshory ST MT, memandang bahwa pemahaman terhadap penelitian lintas disiplin menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, mahasiswa MIST perlu memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai perspektif keilmuan dalam merumuskan penelitian yang relevan dengan tantangan industri maupun kebutuhan masyarakat.
“Melalui kuliah tamu internasional ini, kami ingin mendorong mahasiswa MIST agar tidak hanya memahami teori dan metodologi penelitian, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan nyata yang berpotensi dikembangkan menjadi inovasi,” jelas Dr Izza.
Ia menambahkan bahwa karakteristik keilmuan MIST memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang menghubungkan teknologi, rekayasa sistem, dan manajemen inovasi.
Karena itu, kemampuan menemukan kesenjangan penelitian menjadi langkah awal yang penting dalam menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kebaruan sekaligus nilai kebermanfaatan.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai perspektif keilmuan untuk menghasilkan penelitian yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan akademik yang melibatkan peneliti internasional, MIST Umsida juga berupaya memperluas jejaring keilmuan serta memperkenalkan mahasiswa pada perkembangan riset di tingkat global.
Kuliah Tamu Internasional Perkuat Budaya Riset MIST Umsida
Penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi bagian dari penguatan atmosfer akademik di lingkungan Pascasarjana Umsida, khususnya dalam membangun budaya penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah.
Materi yang disampaikan Angus memberikan perspektif bagi mahasiswa dalam menentukan arah penelitian, mulai dari mengidentifikasi permasalahan, menemukan kesenjangan penelitian, hingga merumuskan peluang inovasi.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai bidang.
Kolaborasi lintas disiplin dinilai dapat memperluas ruang eksplorasi penelitian sekaligus meningkatkan peluang terciptanya inovasi yang memiliki nilai praktis.
Melalui kegiatan tersebut, MIST Umsida diharapkan dapat terus mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mendukung lahirnya peneliti dan inovator yang adaptif terhadap perubahan teknologi.
Baca Juga:
Kuliah tamu internasional ini sekaligus memperkuat komitmen Pascasarjana Umsida dalam menghadirkan pengalaman akademik berwawasan global serta mendorong pengembangan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.
Editor: Akhmad Hasbul Wafi











